Warung Bebas

Selasa, 05 Mei 2009

Penjual Nasi Bungkus

Selamat datang di BBM, semoga anda tetap sehat, bersemangat dan bisnis anda makin sukses. sebuah renungan semoga bisa di ambil manfaat untuk perjalanan hidup berbisnis anda atau juga dalam anda bekerja. Sebuah cerita yang bagi sebagian orang akan menyepelekannya tapi saya harap anda bisa lebih memahami apa yang terkandung dalam cerita ini, sebuah cerita yang saya harap dapat menggugah hati sanubari anda untuk berhenti sejenak dari aktivitas anda, dan memikirkan apakah selama ini kita sudah memahami sebuah misi hidup ini untuk orang lain, silahkan..





Seorang wanita tua, bertubuh gemuk, dengan senyum jenaka di sela sela pipinya yang bulat, duduk menggelar dan menunggui nasi bungkus dagangannya. Segera saja beberapa pekerja bangunan dan para kuli angkut yng sudah menunggu sejak tadi mengerubunginya dan membuatnya sibuk meladeni. 



Bagi mereka menu dan rasa bukan yang utama dan tidak mereka persoalkan, yang terpenting adalah harganya yang luar biasa murah. Hampir hampir mustahil ada orang yang bias berdagang dengan harga sedemikian rendah. Lalu apa untungnya?...Wanita itu terkekeh menjawab, "Bisa numpang makan dan beli sedikit sabun.” Tapi bukankah ia bisa menaikan harga sedikit?. Sekali lagi dia terkekeh, “lalu bagaimana kuli kuli itu bias beli?, siapa yang mau menyediakan sarapan buat mereka?” katanya sambil menunjukkan para lelaki yang kini berlompatan ke atas truk pengantar mereka ke tempat kerja.



Ah! Inikah hidup, Ah Betapa cantiknya, Ah betapa muliannya, Ah betapa indahnya, bila sebuah misi hidup di padukan dalam sebuah kerja ataupun bisnis, rasa rasanya mungkin teman teman pemula tidak akn mengeluhkan betapa mahalnya membeli sebuah buku Panduan Bisnis, atau sebuah Sistem Bisnis. Orang orang yang memahami benar kehadiran sebuah karya walaupun bisnis baru sekalipun, pastilah mereka aknan menghormati dan menghargai sebuah karya tersebut terlepas dari baik dan buruknya. Toh intinya bukan di situ, sebagaimana wanita tua di atas, yang bekerja demi setitik kesejahteraan hidup manusia, ibarat sebuah tiang penyangga yang menahan langit agar tidak runtuh oleh keserakahan dan ketamakan serta pelindung untuk orang orang yang skeptis dalam memandang sebuah hasil karya orang lain. Bukankah demikian tugas kita dalam kerja menghadirkan secercah kesejahteraan bagi sesama. 

 

Ibu perjuanganmu tidak sia sia, salah satu pelangganmu yang dulu selalu ibu nasehati untuk selalu menghargai orang, jangan memandang rendah orang, jangan suka melihat orang hanya dari luarnya saja, sekarang sudah jadi orang Bu, dan tempatmu berjualan di pinggir jalan dulu, tempatku dulu makan dan juga bekerja sebagai kuli bangunan sekarang telah menjadi sebuah tower, taman hiburan dan sebuah apartement mewah. Oh ibu bagaimana nasibmu sekarang semoga Tuhan selalu memberkatimu dan selalu melindungimu, amin. Sebuah perjalanan hidup ketika menjadi kuli bangunan di sebuah proyek pembagunan apartemen bertower tiga di Pantai Indah Kapuk, Muarakarang, Jakarta, sebuah memori dengan seorang ibu penjual nasi bungkus lengkap dengan gorengan yang harganya super murah.  



Sekian coretan dari BBM, semoga ada manfaat yang bisa di ambil dari cerita tersebut, dan mohon maaf bila terdapat kalimat yang kurang enak atau malah tidak berkenan di hati. Terimakasih dan salam sukses luar biasa untuk anda.




Warm regards,  



Muklis Purwanto

 


0 komentar em “Penjual Nasi Bungkus”

Posting Komentar

 

Apick_Aw0x'z Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger