Warung Bebas

Minggu, 12 Februari 2012

Inspirasi Hidup Iman kepercayaan dan Harapan

Inspirasi hidup, semoga sedikit catatan ini bisa membuat kita semua berfikir ulang tentang hidup ini. Bukan tentang apa dan siapa, materi atau bukan materi tapi lebih ke sebuah fakta tentang hidup ini. Untuk apa Anda ada dengan segala aktifitas Anda saat ini. Sering mengeluh dengan kondisi saat ini yang serba tak menentu. Bisnis yang di geluti belum memberikan hasil yang sesuai dengan harapan.



Namun sebuah catatan pendek ini semoga bisa memberikan pandangan baru dan inspirasi untuk saya dan Anda, bahwa dari itu semua pernakah, saya dan Anda berfikir tentang sebab dan akibat. Karena secara ga langsung di sadari atau tidak hidup ini selalu berjalan dengan atau tanpa saya dan Anda. Saya sendiri mengalami ketika saya di tipu, masuk perangkap di bisnis penipuan. Apalagi di bisnis online, suka tau tidak pasti Anda pernah mengalaminya, kalau Anda mau jujur mengakui. Karena saya dan Anda ga akan bisa paham dan mengerti apa yang sudah terjadi tanpa mau mengevaluasinya.



Inspirasi hidup akan selaras dengan kehidupan Anda jika Anda tahu dan faham akan 3 hal yang mungkin belum di sadari, karena kita semua sibuk berjuang untuk meraih materi. Mohon tanggapannya bila Anda merasa ini berguna, dan mohon di baca secara mendalam ga hanya sambil lewat saja.



Inspirasi hidup ini bercerita tentang Iman, saya membaca sampai berulang kali supaya ngerti apa yang tersirat dan tersurat. Di dalam suatu masa hujan tidak turun hingga membuat semua kacau dalam kehidupan sebuah masyarakat, hingga terputuskan sebuah tindakan, semua penduduk desa berdo’a untuk memohon hujan. Dan pada hari semua masyarakat berkumpul untuk berdo’a, ada seorang anak yg membawa payung.



Kalau Anda menayakan kenapa anak itu membawa payung sedang hujan belum turun baru berdoa memohon hujan Itulah Iman.



Sebuah teladan dari seorang bayi berusia satu tahun. Ketika Anda melontarkan dia ke udara, maka dia akan tertawa lepasdan riang ,karena dia tau Anda akan menangkapnya dan tidak akan melepaskan dia jatuh, jika Anda bertanya pada bayi itu maka akan di jawab bahwa Itulah Percaya atau kepercayaan.



Dan ketika setiap malam kita tidur, kita tidak akan pernah tahu apakah kita masih akan hidup esok hari, namun satu yang pasti sebelum kita tidur kita masih saja menyiapkan rencana untuk hari besok. Coba Anda tanyakan pada diri Anda sediri maka Andapun akan menjawab Itulah Harapan.



Jadi dalam hidup ini mana yang lebih penting antara Iman, Percaya dan Harapan.



Sebuah analogi, dan bisa Anda praktekkan, bisakah Anda  mengisi air ke sebuah gelas yg sudah penuh? jawabannya, gak mungkin bisa, kalaupun bisa, tentunya akan meluap keluar. Agar bisa mengisinya, maka Anda harus mengosongkan atau menumpahkan sebagian isinya. Itulah Rezeki Kita, sebesarapapun Tuhan memberi kalau jatah kita hanya segelas walau di beri satu ember maka hanya segelas yang kita bisa punya. Bagaiaman sudah menangkap maksud saya.



Kesimpulan yang bisa di tarik adalah sebagai berikut dan saya mohon pendapat Anda juga, untuk memberikan makna akan maksud dari catatan inspirasi ini.



Jika kita ingin maju, kita harus mengosongkan atau membuang keegoisan kita, mau belajar dan diajari. Jangan harap kita semua bakal pintar jika sifat egois selalu di hati. Ada orang pintar tapi masih ada yang lebih pintar. Mungkin di salah satu bidang, kita jadi ahlinya, tetapi di bidang yang lain belum tentu atau malah kita ga ada apa apanya..



Rajin dan memberilah dengan tulus dan ikhlas, apapun itu besar ataupun kecil. Karena ketika kita memberi sadar atau tidak kita sedang menumpahkan atau mengurangi isi gelas sehingga ketika ketika Tuhan memberikan isi untuk gelas kita, gelas kita sudah siap untuk di isi. Saya yakin jika kita menanam padi maka akan panen padi bukan panen jagung. Masih ingat dengan hukum The Law of Attraction.



Ketika kita mengalami kehilangan, atau ketipu dan lain lain, berarti kita juga sedang mengosongkan isi gelas karena kita lupa berbagi. bahwa dalam gelas itu ada hak orang lain yang harusnya kita bagikan. Jadi janganlah sedih, tapi yakini bahwa gelas itu akan terisikan kembali dan bahkan mungkin jauh lebih baik.
 

Apick_Aw0x'z Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger